Kamis, 12 Januari 2012


MENGAPA PARA ROSUL DIUTUS?

Dan tidaklah Kami ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepada Allah. (adz-Dzariyat:56)
Ayat yang mulia ini menjelaskan bahwa hikmah diciptakannya Jin dan Manusia adalah untuk beribadah kepada Allah dengan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun.
Berkata Ibnu Katsir:
Ibadah yang dimaksud adalah ketaatan kepada Allah Ta’ala dengan melaksanakan perintahNya dan meninggalkan laranganNya. Itulah hakikat agama Islam karena makna Islam adalah berserah diri disertai dengan segala puncak ketundukan, kepatuhan dan perendahan diri.
Beliau berkata pula: makna ayat ini adalah  bahwa Allah Ta’ala menciptakan makhluk agar beribadah semata-mata kepadaNya. Barang siapa taat maka dibalas dengan balasan yang sempurna dan barang siapa menentang akan disiksa dengan siksaan yang pedih.
Diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim dari Mua’dz bin Jabal berkata: “aku berada di belakang Nabi ketika menunggangi Keledai, lalu beliau berkata kepadaku:
يا معاذ ما حق الله على العباد؟ وما حق العباد على الله؟
Wahai Mua’dz apa hak Allah terhadap hambanya dan apa hak hamba terhadap Allah? Maka aku menjawab: Allah dan Rosulnya lebih tau, Rosul bersabda:
حق الله على العباد أن يعبدوه ولا يشركوا به شيئا وحق العباد على الله أن لا يعذب من لا يشرك به شيئا
Hak Allah terhadap hambanya, hendaklah mereka menyembah kepadaNya tanpa menyekutukan dengan sesuatu apapun. Dan hak hamba terhadap Allah, tidak diadzab bagi yang tidak menyekutukanNya.
Perintah mengesakan Allah dalam beribadah adalah tujuan utama dari diutusnya para Rosul. Allah Ta’ala berfirman:
ولقد بعثتا في كلّ أمّة رسولا أن اعيدوا الله واجتنبوا الطاغوت 
Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut[1]". (anNahl: 36)
Allah Ta’ala berfirman:
ولقد أرسلنا نوحا إلى قومه فقال يا قوم اعبدوا الله ما لكم من إلاه غيره

Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: "Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya." (alA’rof: 59)

Dan berkata Hud a.s kepada kaumnya:
قال يا قوم اعبدوا الله ما لكم من إلاه غيره
"Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya. (alA’rof: 65)
Dan berkata Saleh a.s kepada kaumnya:
 قال يا قوم اعبدوا الله ما لكم من إلاه غيره 
"Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya. (alA’rof: 73)
Dan berkata Syu’aib a.s kepada kaumnya:
 قال يا قوم اعبدوا الله ما لكم من إلاه غيره
"Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya. (alA’rof: 85)
Oleh karenanya merupakan suatu kebenaran bahwa kewajiban pertama pada mukallaf (Jin dan Manusia) adalah Syahadat La Ilaaha Illa Allah. Tidak ada perdebatan dan keraguan, bahkan Ulama Salaf bersepakat bahwa perintah pertama kepada hamba adalah Syahadatain (dua kalimat syahadat).
Maka Tauhid adalah yang pertama di dalam Islam dan yang terakhir keluar dari Dunia ini, sebagaimana Rosul bersabda:
من كان آخر كلامه لا إله إلا الله دخل الجنة
Barang siapa yang akhir perkataannya adalah Laa Ilaaha Illa Allah maka dia akan masuk Surga. inilah kewajiban pertama dan terakhir, inilah yang dinamakan dengan Tauhid Uluhiyah atau Tauhid Ibadah, yang mana banyak pengingkaran para makhluk tentang permasalahan ini, maka untuk kepentingan ini para Rosul diutus dan diturunkan kepada mereka kitab.
Allah Ta’ala berfirman :
وما أرسلنا من قبلك من رسول إلا نوحي إليه أنّه لاإله إلا أنا فاعيدونٍ
Dan Kami tidak mengutus seorang Rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, Maka sembahlah aku olehmu sekalian ". (alAnbiya’: 25)

Oleh karena itu banyak dari para Rosul yang hanya memiliki sedikit pengikut sebagaimana sabda Rosul saw:
فرأيت النبي ومعه الرهط والنبي ومعه الرجل والرجلان والنبي وليس معه أحد (رواه البخاري)
Maka aku melihat Nabi dan bersamanya sekelompok laki laki yang mengikutinya, seorang Nabi bersamanya satu atau dua orang pengikut dan aku melihat Nabi yang tidak memiliki seorang pengikutpun. (H.R Bukhori)
Dalil-dalil di atas menunjukkan akan pentingnya Tauhid,  maka untuk langkah selanjutnya kita perlu memperhatikan bahaya dari kesyirikan.
Allah ta’ala berfirman
إنّ الله لا يغفر أن يشرك به و يغفر ما دون ذلك لمن يشاء    
Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa syirik, dan mengampuni segala dosa selain dari (syirik), bagi siapa yang dikehendaki-Nya. (anNisa’: 48)
Berkata Ibrohim a.s:
واجنبني و بنيّ أن نعبد الأصنام  
dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. (Ibrohim: 35)
Diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari Ibnu Mas’ud bahwa rosulullah saw bersabda :
من مات وهو يدعو من دون الله ندا دخل النار
Barang siapa meninggal dunia sementara dia dalam keadaan menyembah selain allah maka dia tidak akan masuk Surga .
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Jabir bahwa Rosulullah saw bersabda :
من لقي الله لا يشرك به شيئا دخل الجنّة, ومن لقيه يشرك به شيئا دخل النار
Barang siapa bertemu dengan allah (di Hari Kiamat) dengan tidak menyekutukan dengan sesuatu apapun maka ia akan masuk surga dan barang siapa bertemu denganNya dalam keadaan menyekutukan dengan selainNya maka ia akan masuk neraka .
kalau kita memperhatikan keadaaan di masyarakat, betapa banyak penyimpangan yang berkaitan dengan permasalahan Tauhid seperti: kepercayaan mereka kepada Paranormal, ketergantungan terhadap Jimat, pengagungan terhadap Kubur orang-orang soleh, Sesajen dan banyak lagi penyimpangan-penyimpangan yang lain.
Maka ini adalah tanggung jawab kita sebagai seorang Muslim, di dalam memberantas kesyirikan yang terjadi di masyarakat.
Allah Ta’ala berfirman:
قل هذه سبيلي أدعو إلى الله على بصيرة أنا ومن اتّبعني وسبحان الله وما أنا من المشركين
Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah (argumen) yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik". (Yusuf: 108)
Dan diriwayatkan oleh imam Bukhori dan Muslim dari Ibnu ‘Abbas berkata: “ketika Rosulullah saw mengutus Mu’adz ke Yaman beliau berpesan:
إنك تأتي قوما من أهل الكتاب, فليكن أول ما تدعوهم إليه شهادة أن لا إله إلا الله ...إلخ
Sesungguhnya engkau akan datang kepada suatu kaum dari Ahli Kitab, maka hendaklah hal pertama yang kau serukan kepada mereka adalah, Shahadatu An Laa Ilaha Illallah…. (Alhadits)
Dan diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari Sahl bin Sa’d, ketika Rosulullah memberikan bendera Islam kepada Ali bin Abi Tholib pada perang Khoibar, beliau berpesan:
أنفذ على رسلك, حتى تنزل بساحتهم, ثم ادعهم إلى الإسلام وأخبرهم بما يجب عليهم من حق الله تعالى فيه, فوالله لأن يهدي الله بك رجلا واحدا خير لك من حمر النعم
“berhati-hatilah, sampai engakau memasuki kawasan mereka (yahudi Khoibar), lalu serulah mereka kepada Islam, dan beritahukan akan hak Allah terhadap mereka, maka demi Allah kalau Allah memberikan hidayah seorang laki-laki, melalui perantara kamu, itu jauh lebih baik dari pada Unta Merah (harta paling berharga pada masa itu).
Semoga Allah melindungi kita dari bahaya kesyirikan dan mematikan kita dalam keadaan bertauhid kepadaNya



[1] Thaghut ialah syaitan dan apa saja yang disembah selain dari Allah

Senin, 09 Januari 2012

"orientalisme"


“Orientalisme” berasal dari kata-kata Perancis “Orient” yang berarti “timur”, kata-kata tersebut berarti ilmu-ilmu yang berhubungan dengan dunia timur.Orang-orang yang mempelajari atau mendalami keillmuan tersebut  disebut “Orientalist”atau ahli ketimuran.”Orientalisme berasal dari kata orient yang berarti timur, sebagai lawan kata dari occident yang berarti barat”.Dengan demikian, orientalisme adalah hal-hal yang berhubungan dengan masalah-masalah ketimuran, dan secara khusus orientalisme adalah scholarship or learning in oriental subject, kesarjanaan, atau pengkajian dalam bidang-bidang kajian ketimuran.
H.M.Joesoef Sou’yb:”Orientalisme berasal dari kata orient, bahasa Perancis, yang secara harfiyah berarti timur, dan secara etnologis berarti bangsa-bangsa di timur.Kata orient itu memasuki berbagai bahasa di Eropa, termasuk bahasa Inggris.Oreintal adalah sebuah kata sifat yang berarti hal-hal bersifat Timur, yang sangat luas ruang lingkupnya”.Suku kata isme (Belanda) atau ism(Inggris)menunjukkan pengertian tentang sesuatu paham.Jadi, orientalisme berarti suatu paham atau aliran , yang berkeinginan menyelidiki hal-hal yang berkaitan dengan bangsa-bangsa di Timur beserta lingkungannya.
H.M.Joesoef Sou’yb:”Orientalis adalah kata nama pelaku yang menunjukkan sesorang yang ahli tentang hal-hal yang berkaitan dengan Timur, biasanya disingkat dengan sebutan ahli ketimuran.
A.Hanafi:”Orientalis adalh segolongan sarjana barat yang mendalami bahasa dunia Timur dan kesusasteraannya dan mereka yang menaruh perhatian besar terhadap agama-agama dunia Timur,sejarahnya, adapt istiadatnya, dan ilmu-ilmunya.
Orientalisme dalam arti luas
Orientalisme merupakan studi akademis yang dilakukan oleh bangsa Barat dari negara-negara  imperialis mengenai dunia Timur dengan segala aspeknya, baik mengenai sejarah, pengetahuan, bahasa, agama, tatanan social politik, hasil bumi, serta semua potensinya.Hal ini bermula dari anggapan orang Barat, yang merasa bahwa ras dan peradabannya lebih tinggi dari bangsa Timur.Tujuannya adalah untuk menguasai bangsa Timur demi menunjang kepentingan bangsa Barat.Semua aktifitas mereka lakukan dengan cara tipu daya yang menampakkan seolah sebagai kajian ilmiyah objektif.
Begitu juga ada yang melupakan atau mengenyampingkan sifat-sifat pokok orientalisme itu sendiri, yaitu satu sifat yang sangan berbahaya karena kajian orientalisme tentang Islam jauh dari sifat objektif  dan didasari fanatisme sepihak.Semua kaum orientalis Barat, tanpa pengecualian adalah orang-orang yang mengingkari kenabian Muhammad SAW, dan kafir seratus persen terhadap Islam.
Kebanyakan dari mereka adalah Ahli kitab( bangsa Yahudi dan pemeluk Nasrani )yang dikenal sangat memusuhi Islam dan kaum muslimin.Mereka dengan gigih dan terarah selalu membuat tipu daya terhadap umat Islam, selalu berusaha untuk meniupkan keragu-raguan terhadap kebenaran ajaran Islam, dan selalu berusaha untuk menyesatkan umat Islam dar ajaran agamanya.Dengan kata lain, merekalah yang disebut dan dimaksud dalam firman Allah SWT (Q.S.Ali Imran(3):69
Para Orientalis yang Jujur
Secara jujur diakui bahwa diantara orientalis itu ada pula yang bersifat moderat dan jujur,tentunya dengan tingkat kejujuran yang berbeda-beda.Diantaranya ada yang keliru dan ada yang benar dan ada pula yang masuk Islam setelah mengadakan pengkajian yang mendalam dan objektif.
E.Renan telah melakukan kajian tentang Al Masih as,dia menetapkan bahwa Al Masih bukan Tuhan dan bukan pula anak Tuhan.Beliau hanya seorang manusia biasa yang mempunyai keistimewaan disbanding dengan manusia lain serta memiliki jiwa atau ruh yang mulia.Selain itu juga dia mengatakan bahwa buku bahasa Arab yang membahas sejarah nabi Muhammad, seperti Sirah Ibnu Hisyam adalah buku tarikh yang sangat bagus yang melebihi Injil yang beredar di kalangan kaum Nasrani sekarang. 
Kemudian diantara mereka yang memeluk Islam setelah melakukan pengkajian yang seksama tentang Islam adalah Lord Hedly,Aten Dinech,penyair Jerman Gothe dan Dr.Gerinech seorang anggota parlemen Prancis,ketika ditanya mengapa dia masuk Islam,dia menjawab”Saya telah melakukan studi terhadap semua ayat Al Qur’an yang berhubungan dengan ilmu kesehatan, ilmu kedokterandan ilmu alam dan yan berhubungan dengan pelajaran saya waktu kecik serta pengetahuan baru yang saya peroleh.Setelah saya kaji ayat-ayat tersebut ternyata sesuai dengan pengetahuan modern.Oleh karena itu, saya masuk Islam karena saya yakin bahwa Nabi Muhammad SAW telah membawa kebenaran sejak sebelum 1000 tahun yang lalu, dan sebelum ada seorang manusia pun yang mengajari beliau.
Maha Benar Allah sebagaimana telah berfirman dalam (Q.S.Fushshilat(41):53)