“Orientalisme”
berasal dari kata-kata Perancis “Orient” yang berarti “timur”, kata-kata
tersebut berarti ilmu-ilmu yang berhubungan dengan dunia timur.Orang-orang yang
mempelajari atau mendalami keillmuan tersebut
disebut “Orientalist”atau ahli ketimuran.”Orientalisme berasal dari kata
orient yang berarti timur, sebagai lawan kata dari occident yang berarti
barat”.Dengan demikian, orientalisme adalah hal-hal yang berhubungan dengan
masalah-masalah ketimuran, dan secara khusus orientalisme adalah scholarship or
learning in oriental subject, kesarjanaan, atau pengkajian dalam bidang-bidang
kajian ketimuran.
H.M.Joesoef
Sou’yb:”Orientalisme berasal dari kata orient, bahasa Perancis, yang secara
harfiyah berarti timur, dan secara etnologis berarti bangsa-bangsa di
timur.Kata orient itu memasuki berbagai bahasa di Eropa, termasuk bahasa
Inggris.Oreintal adalah sebuah kata sifat yang berarti hal-hal bersifat Timur,
yang sangat luas ruang lingkupnya”.Suku kata isme (Belanda) atau
ism(Inggris)menunjukkan pengertian tentang sesuatu paham.Jadi, orientalisme
berarti suatu paham atau aliran , yang berkeinginan menyelidiki hal-hal yang
berkaitan dengan bangsa-bangsa di Timur beserta lingkungannya.
H.M.Joesoef
Sou’yb:”Orientalis adalah kata nama pelaku yang menunjukkan sesorang yang ahli
tentang hal-hal yang berkaitan dengan Timur, biasanya disingkat dengan sebutan
ahli ketimuran.
A.Hanafi:”Orientalis
adalh segolongan sarjana barat yang mendalami bahasa dunia Timur dan
kesusasteraannya dan mereka yang menaruh perhatian besar terhadap agama-agama
dunia Timur,sejarahnya, adapt istiadatnya, dan ilmu-ilmunya.
Orientalisme
dalam arti luas
Orientalisme
merupakan studi akademis yang dilakukan oleh bangsa Barat dari
negara-negara imperialis mengenai dunia
Timur dengan segala aspeknya, baik mengenai sejarah, pengetahuan, bahasa,
agama, tatanan social politik, hasil bumi, serta semua potensinya.Hal ini
bermula dari anggapan orang Barat, yang merasa bahwa ras dan peradabannya lebih
tinggi dari bangsa Timur.Tujuannya adalah untuk menguasai bangsa Timur demi
menunjang kepentingan bangsa Barat.Semua aktifitas mereka lakukan dengan cara
tipu daya yang menampakkan seolah sebagai kajian ilmiyah objektif.
Begitu juga ada
yang melupakan atau mengenyampingkan sifat-sifat pokok orientalisme itu
sendiri, yaitu satu sifat yang sangan berbahaya karena kajian orientalisme
tentang Islam jauh dari sifat objektif dan didasari fanatisme sepihak.Semua kaum
orientalis Barat, tanpa pengecualian adalah orang-orang yang mengingkari
kenabian Muhammad SAW, dan kafir seratus persen terhadap Islam.
Kebanyakan dari
mereka adalah Ahli kitab( bangsa Yahudi dan pemeluk Nasrani )yang dikenal
sangat memusuhi Islam dan kaum muslimin.Mereka dengan gigih dan terarah selalu
membuat tipu daya terhadap umat Islam, selalu berusaha untuk meniupkan
keragu-raguan terhadap kebenaran ajaran Islam, dan selalu berusaha untuk
menyesatkan umat Islam dar ajaran agamanya.Dengan kata lain, merekalah yang
disebut dan dimaksud dalam firman Allah SWT (Q.S.Ali Imran(3):69
Para Orientalis yang Jujur
Secara jujur diakui bahwa diantara
orientalis itu ada pula yang bersifat moderat dan jujur,tentunya dengan tingkat
kejujuran yang berbeda-beda.Diantaranya ada yang keliru dan ada yang benar dan
ada pula yang masuk Islam setelah mengadakan pengkajian yang mendalam dan
objektif.
E.Renan telah melakukan kajian
tentang Al Masih as,dia menetapkan bahwa Al Masih bukan Tuhan dan bukan pula
anak Tuhan.Beliau hanya seorang manusia biasa yang mempunyai keistimewaan disbanding
dengan manusia lain serta memiliki jiwa atau ruh yang mulia.Selain itu juga dia
mengatakan bahwa buku bahasa Arab yang membahas sejarah nabi Muhammad, seperti
Sirah Ibnu Hisyam adalah buku tarikh yang sangat bagus yang melebihi Injil yang
beredar di kalangan kaum Nasrani sekarang.
Kemudian diantara mereka yang
memeluk Islam setelah melakukan pengkajian yang seksama tentang Islam adalah
Lord Hedly,Aten Dinech,penyair Jerman Gothe dan Dr.Gerinech seorang anggota
parlemen Prancis,ketika ditanya mengapa dia masuk Islam,dia menjawab”Saya telah
melakukan studi terhadap semua ayat Al Qur’an yang berhubungan dengan ilmu
kesehatan, ilmu kedokterandan ilmu alam dan yan berhubungan dengan pelajaran
saya waktu kecik serta pengetahuan baru yang saya peroleh.Setelah saya kaji
ayat-ayat tersebut ternyata sesuai dengan pengetahuan modern.Oleh karena itu,
saya masuk Islam karena saya yakin bahwa Nabi Muhammad SAW telah membawa
kebenaran sejak sebelum 1000 tahun yang lalu, dan sebelum ada seorang manusia
pun yang mengajari beliau.
Maha Benar
Allah sebagaimana telah berfirman dalam (Q.S.Fushshilat(41):53)
Ow, pelanggan baru blogger,, :)
BalasHapus