Senin, 09 Januari 2012

"orientalisme"


“Orientalisme” berasal dari kata-kata Perancis “Orient” yang berarti “timur”, kata-kata tersebut berarti ilmu-ilmu yang berhubungan dengan dunia timur.Orang-orang yang mempelajari atau mendalami keillmuan tersebut  disebut “Orientalist”atau ahli ketimuran.”Orientalisme berasal dari kata orient yang berarti timur, sebagai lawan kata dari occident yang berarti barat”.Dengan demikian, orientalisme adalah hal-hal yang berhubungan dengan masalah-masalah ketimuran, dan secara khusus orientalisme adalah scholarship or learning in oriental subject, kesarjanaan, atau pengkajian dalam bidang-bidang kajian ketimuran.
H.M.Joesoef Sou’yb:”Orientalisme berasal dari kata orient, bahasa Perancis, yang secara harfiyah berarti timur, dan secara etnologis berarti bangsa-bangsa di timur.Kata orient itu memasuki berbagai bahasa di Eropa, termasuk bahasa Inggris.Oreintal adalah sebuah kata sifat yang berarti hal-hal bersifat Timur, yang sangat luas ruang lingkupnya”.Suku kata isme (Belanda) atau ism(Inggris)menunjukkan pengertian tentang sesuatu paham.Jadi, orientalisme berarti suatu paham atau aliran , yang berkeinginan menyelidiki hal-hal yang berkaitan dengan bangsa-bangsa di Timur beserta lingkungannya.
H.M.Joesoef Sou’yb:”Orientalis adalah kata nama pelaku yang menunjukkan sesorang yang ahli tentang hal-hal yang berkaitan dengan Timur, biasanya disingkat dengan sebutan ahli ketimuran.
A.Hanafi:”Orientalis adalh segolongan sarjana barat yang mendalami bahasa dunia Timur dan kesusasteraannya dan mereka yang menaruh perhatian besar terhadap agama-agama dunia Timur,sejarahnya, adapt istiadatnya, dan ilmu-ilmunya.
Orientalisme dalam arti luas
Orientalisme merupakan studi akademis yang dilakukan oleh bangsa Barat dari negara-negara  imperialis mengenai dunia Timur dengan segala aspeknya, baik mengenai sejarah, pengetahuan, bahasa, agama, tatanan social politik, hasil bumi, serta semua potensinya.Hal ini bermula dari anggapan orang Barat, yang merasa bahwa ras dan peradabannya lebih tinggi dari bangsa Timur.Tujuannya adalah untuk menguasai bangsa Timur demi menunjang kepentingan bangsa Barat.Semua aktifitas mereka lakukan dengan cara tipu daya yang menampakkan seolah sebagai kajian ilmiyah objektif.
Begitu juga ada yang melupakan atau mengenyampingkan sifat-sifat pokok orientalisme itu sendiri, yaitu satu sifat yang sangan berbahaya karena kajian orientalisme tentang Islam jauh dari sifat objektif  dan didasari fanatisme sepihak.Semua kaum orientalis Barat, tanpa pengecualian adalah orang-orang yang mengingkari kenabian Muhammad SAW, dan kafir seratus persen terhadap Islam.
Kebanyakan dari mereka adalah Ahli kitab( bangsa Yahudi dan pemeluk Nasrani )yang dikenal sangat memusuhi Islam dan kaum muslimin.Mereka dengan gigih dan terarah selalu membuat tipu daya terhadap umat Islam, selalu berusaha untuk meniupkan keragu-raguan terhadap kebenaran ajaran Islam, dan selalu berusaha untuk menyesatkan umat Islam dar ajaran agamanya.Dengan kata lain, merekalah yang disebut dan dimaksud dalam firman Allah SWT (Q.S.Ali Imran(3):69
Para Orientalis yang Jujur
Secara jujur diakui bahwa diantara orientalis itu ada pula yang bersifat moderat dan jujur,tentunya dengan tingkat kejujuran yang berbeda-beda.Diantaranya ada yang keliru dan ada yang benar dan ada pula yang masuk Islam setelah mengadakan pengkajian yang mendalam dan objektif.
E.Renan telah melakukan kajian tentang Al Masih as,dia menetapkan bahwa Al Masih bukan Tuhan dan bukan pula anak Tuhan.Beliau hanya seorang manusia biasa yang mempunyai keistimewaan disbanding dengan manusia lain serta memiliki jiwa atau ruh yang mulia.Selain itu juga dia mengatakan bahwa buku bahasa Arab yang membahas sejarah nabi Muhammad, seperti Sirah Ibnu Hisyam adalah buku tarikh yang sangat bagus yang melebihi Injil yang beredar di kalangan kaum Nasrani sekarang. 
Kemudian diantara mereka yang memeluk Islam setelah melakukan pengkajian yang seksama tentang Islam adalah Lord Hedly,Aten Dinech,penyair Jerman Gothe dan Dr.Gerinech seorang anggota parlemen Prancis,ketika ditanya mengapa dia masuk Islam,dia menjawab”Saya telah melakukan studi terhadap semua ayat Al Qur’an yang berhubungan dengan ilmu kesehatan, ilmu kedokterandan ilmu alam dan yan berhubungan dengan pelajaran saya waktu kecik serta pengetahuan baru yang saya peroleh.Setelah saya kaji ayat-ayat tersebut ternyata sesuai dengan pengetahuan modern.Oleh karena itu, saya masuk Islam karena saya yakin bahwa Nabi Muhammad SAW telah membawa kebenaran sejak sebelum 1000 tahun yang lalu, dan sebelum ada seorang manusia pun yang mengajari beliau.
Maha Benar Allah sebagaimana telah berfirman dalam (Q.S.Fushshilat(41):53)


1 komentar: